Pages

Jan 5, 2011

Prioritas Penempatan Jawa Bali

Berawal dari percakapan di kampus,

“Min, perusahaan listrik terkemuka tanah air lagi mbukak lowongan kae lho.”
“Hmm...”
“Nompo wong telkom juga...”
“Ngono yo...”
“Prioritas penempatan jawa bali, lho Min”
“Mosok?”
“Ndang ndaftar ae Min, mbok menowo ketompo. Lumayan, Min, Jawa-Bali. Sak adoh-adohe yo Bali Min.”

Si Imin pun mendaftar, sekedar coba-coba. Kebetulan dia ini belum pernah ikut tes apa-apa. Maklum calon fresh graduate. Dalam hati, ia percaya benar akan janji iklan lowongan kerja itu : Prioritas Penempatan Jawa-Bali.

Singkat cerita, Si Imin lolos seleksi administrasi dan tes-tes lanjutan yang belakangan diketahui tahapannya lebih singkat daripada tes-tes perusahaan itu di tempat lain. Hingga akhirnya loloslah dia setelah ada pengumuman, “Selamat, Anda diterima untuk mengikuti diklat prajabatan sebuah perusahaan listrik terkemuka tanah air.”

Sebenarnya sebelum tahap akhir, Si Imin disuruh membuat surat pernyataan bersedia ditempatkan di mana saja bermaterai. Dalam tes wawancara, ia ditanya oleh pewawancara, “Apakah kamu keberatan ditempatkan di mana saja di seluruh pelosok nusantara?” Si Imin menjawab mantap, “Tidak masalah.” Padahal itu diucapkan karena ia tahu itulah pertanyaan kunci dari tes wawancara itu dan jawaban yang benar adalah seperti yang diucapkannya.

Kini, di mana Si Imin berada? Tidak penting. Yang jelas Si Imin yang sering menghibur diri dengan berkata, “Emangnya dunia ini selebar pulau jawa doang,” sedang menanti turunnya SK pengangkatan pegawai setelah lulus ujian diklat prajabatan. Jawaban dari misteri penempatan, tanah yang dijanjikan, dan rumah masa depan, terselip di SK itu. Akankah janji iklan itu terwujud?

Hei Min, coba ingat lagi bahasa iklan yang diplomatis itu. Abaikan saja.

5 tanggapan:

  1. Palembang tuh bagus kali mas..tempatnya asri, makanannya enak2, wanitanya soleh2..:)

    syukuri apa yang ada..hehehe..

    -panji prabowo-

    ReplyDelete
  2. yaiyalah secara ente ke palembangnya pas lebaran doang :D

    ReplyDelete
  3. dr sabang sampai merauke itulah Indonesia :D
    dmana-mana juga bumi Allah ^^d
    mg si imin dpt yg terbaik, aamiin

    ReplyDelete
  4. amin amin... lanjutan cerita, si imin sudah mulai nyetel di tempatnya berada... dan rasanya sudah siap mental ditempatkan di mana saja... toh si imin sebenarnya sudah siap ditempatkan di mana saja sejak dalam kandungan.

    NB : cerita ini hanya fiktif belaka...

    ReplyDelete