Dalam sebuah dialog berbahasa Jawa yang telah dialihbahasakan...
Temen : Er, udah mbuka situs dadakudadamu belum (www.dadakudadamu.com, situsnya Dada Rosada, cawalkot incumbent Bandung)
Aku : Belum...
Temen : Ada polling bagus di situ. Bunyinya, apakah Kang Dada masih layak memimpin kota Bandung... Hasilnya apa coba? Yang bilang 'tidak' ada 56%...
Weleh... Weleh...
Pas saya buka, yang bilang 'tidak' ada 52,3%, yang bilang 'iya' 46,9%. Sisanya 'tidak tahu'.
Tapi salut juga sih sama Kang Dada, berani masang polling di website-nya... Hehehe...
Temen : Er, udah mbuka situs dadakudadamu belum (www.dadakudadamu.com, situsnya Dada Rosada, cawalkot incumbent Bandung)
Aku : Belum...
Temen : Ada polling bagus di situ. Bunyinya, apakah Kang Dada masih layak memimpin kota Bandung... Hasilnya apa coba? Yang bilang 'tidak' ada 56%...
Weleh... Weleh...
Pas saya buka, yang bilang 'tidak' ada 52,3%, yang bilang 'iya' 46,9%. Sisanya 'tidak tahu'.
Tapi salut juga sih sama Kang Dada, berani masang polling di website-nya... Hehehe...

2 tanggapan:
Tapi hasil poling semacam ini nggak menggambarkan realitas sebenarnya di masyarakat, karena:
1> Yang bisa mengisi polling tersebut hanya kalangan pengakses internet yang notabene secara tingkat sosial ekonomi dan pendidikan pada umumnya menengah ke atas yang kuantitasnya relatif kecil
2> Ada kemungkinan satu responden mengisi lebih dari satu kali
Ironisnya, setelah tahu hasilnya demikian, mengapa tidak dihapus ya kontain tersebut? Benar-benar memiliki dada yang lapang ;p
*pilihan nama site/linknya cukup aneh, komentar beberapa teman yang lain*
iya sih klo sy juga nggak percaya sm polling. cuma heran aja kenapa pollingnya nggak dicabut aja sih...
Post a Comment