Pages

Oct 28, 2007

Pantai Lombok Nan Eksotis

Obyek wisata khas di Pulau Lombok adalah pantai. Ada tiga tempat yang saya kunjungi, yaitu Gili Trawangan, Pantai Senggigi, dan Pantai Tanjungkarang. Sebetulnya masih ada pantai lain yang tidak sempat saya saksikan keindahannya, yaitu Kuta Lombok.

Gili Trawangan

Gili adalah kelompok pulau yang menjadi obyek wisata menarik kualitas internasional. Gili sendiri dalam bahasa Sasak berarti pulau. Letaknya tidak jauh dari Pulau Lombok. Ada tiga pulau Gili yang terletak berjajar. Yang terdekat adalah Gili Air. Di sini jumlah situs yang dapat dikunjungi paling sedikit. Yang terjauh dan paling bagus adalah Gili Trawangan. Di sini kita bisa melihat keindahan terumbu karang serta makhluk laut lainnya. Satu pulau lagi adalah Gili Meno.

Di antara ketiga gili tersebut, saya dan keluarga memilih Gili Trawangan. Dari Pulau Lombok, kami harus menyeberangi selat kecil dengan perahu kayu bermotor yang disewa. Biaya sewanya sekitar Rp 300 ribu, untuk perahu besar dengan kapasitas dua puluh lima orang dewasa. Ada juga perahu berkapasitas 12 orang dewasa, dengan biaya sewa sekitar Rp 200 ribu. Untuk Anda yang hanya berwisata dalam jumlah kelompok sedikit, bisa memanfaatkan jasa penyeberangan public boat. Ongkosnya sangat murah. Saya lupa persisnya, tetapi yang jelas tidak mencapai angka belasan ribu.

Perjalanan laut itu kami tempuh selama sekitar setengah jam. Pada awal penyeberangan, ombak laut tampak tenang. Tetapi setibanya di tengah perjalanan, gelombang makin membesar. Namun kami masih tenang dan ceria karena belum membahayakan. Berkali-kali pecahan ombak menyiram sebagian penumpang hingga basah kuyup. Sebetulnya saya cukup tegang juga, karena perahu yang kami tumpangi miring ke kanan. Mungkin pembagian bobotnya tidak merata. Dari arah kiri, ombak menerpa perahu. Saya semakin khawatir perahu ini terjungkit. Apalagi perahu ini tidak dilengkapi cadik yang berfungsi sebagai penyeimbang. Cadik ini bentuknya seperti sayap, yang dipasang di samping kanan dan kiri lambung perahu.

Oh ya, kami mulai menyeberang pukul 11 siang. Siang hari gelombang mulai membesar, dan semakin besar lagi ketika sudah sore. Adapun pagi hari laut masih sangat tenang. Jadi, saya sarankan bagi Anda yang ingin berwisata ke tempat ini, sebaiknya Anda berangkat pagi hari.

Alhamdulillah, akhirnya kami sampai juga di tepian pantai Pulai Gili. Subhanallah, Luar biasa indahnya! Pasir putih membentang mengelilingi pulau. Air lautnya biru jernih. Di dekat pantai berwarna biru kehijauan, tanda bahwa laut masih dangkal. Agak di tengah, lautnya mulai membiru. Semakin ke tengah semakin biru. Di kejauhan, tampak Pulau Lombok besar menjulang. Antara Pulau Lombok dan Gili Trawangan, tampak Gili Meno yang juga dikelilingi pasir putih. Perahu-perahu sebagai sarana transportasi yang terlihat kecil di kejauhan menjadikan pemandangan kian asyik. Subhanalllah! Kombinasi warna yang indah sekali. Ciptaan Dzat Yang Maha Sempurna.

Di tengah daratan, pepohonan rindang semakin menambah indahnya panorama. Segera saya ambil ponsel berkamera milik Bapak dan… Jepret… Jepret… Jepret… Subhanallah. Hasilnya seperti ini. Walaupun kualitas fotonya masih seadanya, setidaknya keindahan view pantai ini sangat terlihat. Benar-benar juara.

Katanya di sini ada terumbu karangnya? Ya, benar. Kita bisa menikmati panorama dasar laut dengan snorkeling. Tersedia masker selam dan sepatu katak bagi kita yang belum menyiapkan dari rumah. Ada pula pelampung berupa ban dan life jacket bagi kita yang tidak bisa berenang. Kalau ingin beramai-ramai, sebaiknya gunakan glass bottom boat, perahu yang dasarnya terbuat dari kaca. Kita bisa melihat dinamisasi alam bawah laut lewat kaca itu. Tentu semuanya harus kita sewa dari penyedia jasa setempat.

Setelah lelah berkelana di air, silakan mampir di kedai-kedai makanan yang tersebar banyak sekali. Jangan takut kelaparan. Di sini kita juga bisa menikmati pemandian air panas dan pemijatan. Ada juga warnet bagi Anda yang butuh internet di mana pun. Sayang tarifnya sangat mahal, Rp 300,- per menit. Jadi satu jamnya ya Rp 18 ribu,-. Wow! Konon broadband access lho. Ingin berkeliling? Sewa saja cidomo untuk mengelilingi pulau. Cidomo merupakan sarana transportasi tradisional Lombok. Sebetulnya sama saja dengan dokar, andong dsb. Ingin menginap? Bisa. Tarif sewa kamar untuk menginap di sini tergolong murah. Kita bisa menyewa rumah penduduk seharga Rp 15 ribu semalam. Ada juga cottage dengan tarif sekitar Rp 50 ribuan.

Ada salah satu kedai di sini yang menjual minuman keras, macam arak dan vodka. Kok bisa? Kan suku ini tergolong religius? Asal tahu saja, keindahan alam di sini sudah menjadi daya tarik luar biasa bagi turis asing. Bule-bule sudah merambah ke sini. Tak heran bila suasananya mirip Bali. Alhamdulillah, ternyata azan masih terdengar di sini. Tak jauh dari dermaga perahu, terdapat masjid yang cukup luas. Jama’ahnya kebanyakan masih merupakan penduduk setempat. Ada yang tua, yang muda, serta anak-anak. Tapi, ke mana para turisnya nih kalau sudah masuk waktu shalat?
Sore hari, kami pulang meninggalkan Gili dengan perahu yang sama seperti ketika kami berangkat. Dan benar saja kata orang. Sore hari ombaknya besar. Lebih besar dari siang hari. Bismillahirrahmanirrahim…

Pantai Senggigi

Pantai ini termasuk obyek wisata yang tenar di Lombok. Kami menempuh perjalanan dengan mobil menuju ke sana melewati daerah Pusuk. Di sepanjang daerah ini, kita bisa melihat saudara tuanya Mbah Darwin alias monyet liar. Lucu sekali. Ada yang sudah besar dan tua. Ada pula yang masih muda. Beberapa ekor juga terlihat sedang menggendong anaknya yang masih kecil. Tingkah mereka berubah manakala mobil yang kami tumpangi mendekatinya. Seperti menunggu sesuatu. Lalu salah satu penumpang mobil kami melempar kue kering dan, hupp… Lalu ditangkap. Hati-hati, jalan di sepanjang daerah ini cukup berbahaya. Berkelok-kelok dan kecil. Di sebelah kiri ada jurang, di sebelah kanan ada tebing.

Di pantai ini banyak terdapat titik yang menjadi tempat wisata. Ada yang dikelola profesional lengkap dengan penginapan dan perahu kanonya, ada juga hanya sedia tempat parkir saja. Tetapi di mana pun tempat kita berhenti, pemandangannya tetap saja bagus. Garis pantainya berlekuk-lekuk. Teluk dan tanjung terlukis bergantian. Di tepi pantai, pohon kelapa berbaris lurus dan rapi. Angin laut yang deras menerpa daunnya hingga melambai-lambai. Agak di tengah, tebing-tebing yang ditempeli tetumbuhan kecil menambah indahnya kombinasi warna dan struktur pemandangan pantai ini. Subhanallah, cantik sekali. Sayang sekali gambar-gambar yang saya ambil dengan kamera ponsel belum bisa saya sajikan di sini. Nanti lah kalau ada kesempatan insya Allah.

Memang panorama di Gili masih lebih indah. Tetapi setidaknya Senggigi bisa menjadi penyejuk mata khususnya bagi Anda orang Bandung yang tidak pernah melihat pantai. Oh ya, ternyata kaus C-59 ada juga di sini.

Ada dua tempat yang kami kunjungi. Pertama, kategori seadanya. Di sini relatif sepi karena memang tidak ada fasilitas yang ditawarkan kecuali tempat parkir. Kedua, entah apa namanya. Yang jelas pengelolaannya bagus. Di sini tersedia perahu kano. Bagi Anda yang ingin mencicipi sentuhan ombak kecil dan kecipak air silakan coba perahu kano. Jangan takut, air lautnya tenang meski sudah sore.

Di pantai ini dan Gili, kita masih bisa mendapatkan sinyal handphone. Ingat, Lombok bukanlah tempat yang ndeso bin jauh dari peradaban. Melainkan sama dengan daerah-daerah lain di Jawa. Memang sih kebanyakan masyarakatnya masih tradisional.

Pantai Tanjungkarang

Hahaha… Sebetulnya ini bukan obyek wisata yang istimewa. Lebih cocok disebut wisata rakyat. Sebab, pantai ini hanyalah pantai nelayan biasa. Ongkosnya cukup seribu rupiah saja untuk membayar parkir. Sengaja kami datangi sunset bisa dilihat dari sini dan kebetulan lokasinya dekat dengan kampung nenek. Hanya butuh lima menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Suasananya benar-benar merakyat. Begitu masuk, kami disuguhi pemandangan kumuh. Sampah-sampah bertebaran. Kapal nelayan berjejeran. Anak-anak kecil berlarian tanpa pakaian sambil sesekali menceburkan diri ke air asin. Meski begitu, suasana tetap bisa saya nikmati karena adanya sunset. Kakak saya sempat mengabadikan prosesnya hingga matahari lenyap terbenam.

Dari ketiga tempat di atas, jelas Gili lah juaranya. Keindahan alam baik di permukaan maupun di dasar laut memang tidak ditemukan di tempat lain. Selain itu, serunya menyeberangi selat dengan perahu motor bisa menjadi pengalaman yang asyik untuk diceritakan.

4 comments:

  1. Saya orang yang sangat suka dengan pantai! jadi inginsekali saya berkunjung ke sanggigi!

    ReplyDelete
  2. senggigi mas. ya mampir aja... ke Gili juga mas,keren banget.

    ReplyDelete
  3. Er, habis dana berapa buat ke lombok?
    Pinginnya sih main ke pulau lain tapi sekarang main ke tempat yang dekat - dekat aja dulu.

    ReplyDelete
  4. ngk sampe jual kebo kok

    ReplyDelete