Nov 6, 2009

Bencana Software Terbesar (2)

1990 : AT&T
Software telepon baru memaksa semua sentral switching masuk ke dalam reset mode secara berantai. Oleh sebab itu, telepon tidak dapat digunakan selama sembilan jam. Penyebabnya, keliru menggunakan perintah "break".

1991 : Patriot
Sistem senjata pertahanan ini gagal menhadang roket Scud. Akibatnya, 28 tentara tewas. Penyebabnya, kesalahan konversi dalam menghitung waktu. Nilai bertambah besar apabila sistem bekerja lebih lama.

1995 : Denver Airport
Sistem bagasi full-automatic baru ini tidak bekerja. Penyebabnya, terlalu banyak perintah yang kompleks sehingga software overload.

1996 : Ariane 5
Roket ini keluar dari jalur dan meledak. Penyebabnya, overflow saat mengonversi sebuah nilai floating 64 bit dalam software "Ariane 4".

1999 : Mars Climate Orbiter
Penjelajah ini terbakar di atmosfer Mars. Penyebabnya, instrumen mengukur power dalam satuan pound Inggris, sedangkan software NASA menggunakan satuan Newton.

1999 : Mars Polar Lander
Penjelajah ini jatuh ke Mars dengan kecepatan 80 km per jam dan hancur. Penyebabnya, software mengartikan perintah untuk mengeluarkan kaki pendaratan sebagai status telah mendarat sehingga mematikan mesin.

2003 : Blackout
Lantaran jaringan listrik overload, listrik untuk lima puluh juta rumah tangga di AS dan Kanada padam. Penyebabnya, fungsi alarm dalam software manajemen listrik tidak bekerja.

2004 : Hartz IV
Ratusan ribu penerima "Hartz IV" tidak memperoleh uang. Penyebabnya, software mengisi nomor rekening penerima dari halaman yang salah sehingga diisi dengan nol.

2005 : Airbus A380
Jet raksasa ini memakan biaya 5 miliar Euro lebih besar dan penyelesaiannya terlambat. Peyebabnya, para designer pesawat ini menggunakan versi CAD-Software CATIA yang berbeda-beda satu sama lain.

2009 : BNP Paribas
Software milik bank ini menjarah 10 ribuan rekening nasabahnya dengan melakukan 600.000 transaksi berkali-kali. Belum diketahui penyebab terjadinya peristiwa ini.

Bencana Software Terbesar (1)

Berikut ini kasus-kasus bencana yang diakibatkan kesalahan software, yang dirangkum redaksi majalah CHIP.

1962 : Mariner 1
Roket ini keluar dari jalur peluncuran dan hancur. Penyebabnya, programmer lupa menuliskan kode overbar.

1971 : Eole 1
Satelit milik Prancis ini jatuh dengan membawa 72 balon cuaca. Penyebabnya, permintaan untuk mengirim data pengukuran diterjemahkan keliru oleh software sebagai perintah self-destroy.

1978 : Nimbus 7
Satelit ini mengabaikan lubang ozon di atas Antartika. Penyebabnya, software analisis menganggap nilai yang tak lazim sebagai kesalahan dalam pengukuran dan kemudian mengoreksinya. Lubang itu baru resmi ketahuan setelah Joe Farman, peneliti Inggris menemukannya melalui pengukuran tanah di stasiun Halley Bay di Antartika.

1979 : Reaktor Atom
Lima reaktor atom Amerika tidak berfungsi karena software memberikan nilai yang keliru untuk pengukuran kekuatan gempa bumi. Penyebabnya, program melakukan penjumlahan, yang seharusnya menghitung akar dari jumlah kuadrat.

1982 : HMS Sheffield
Kapal perusak Inggris ini terkena serangan roket dalam perang Falkland dan tenggelam. Penyebabnya, software sebelumnya mematikan sistem senjata ke dalam safe mode.

1982 : Gas Pipeline
Pipa gas di Siberia meledak akibat over-pressure. Penyebabnya, Uni Sovyet membeli sebuah program kendali yang telah dimanipulasi oleh Amerika Serikat.

1983 : Perang Dunia Ketiga
Sebuah satelit Sovyet melaporkan adanya lima roket interkontinental. Kolonel Petrow kemudian melihatnya sebagai ancaman walau ternyata keliru. Penyebabnya, software mengartikan pantulan cahaya sebagai roket musuh.

1985-1987 : Therac 25
Alat rontgen menewaskan banyak pasien akibat dosis sinar yang berlebihan. Penyebabnya, software hanya dapat melakukan beberapa tugas sekaligus dengan baik apabila pengguna memberikan perintah secara perlahan.

1987 : Wallstreet
Bursa jatuh menimbulkan kerugian harian sebesar 22,6 persen atau 500 miliar dolar. penyebabnya, software bursa tidak cukup cepat memproses order pembeli saham. Akibatnya, terjadi kepanikan dalam transaksi.

1988 : USS Vincennes
Kapal perang AS ini menembak sebuah pesawat penumpang Airbus milik Iran, 290 orang tewas. Penyebabnya, sistem "Aegis" seharga 400 juta dolar melaporkan Airbus tersebut sebagai "assumed hostile". Para crew kemudian menduga ada serangan pesawat tempur.

Oct 6, 2009

Tarawih dan Tarbiyah

Shalat tarawih, adalah amal ibadah khas bulan Ramadhan. Banyak orang berduyun-duyun datang ke masjid untuk menjalankannya, terutama pada hari-hari pertama. Jama'ahnya jauh lebih banyak dibanding jama'ah shalat fardu di hari biasa.

Melalui ibadah ini kita bisa melihat wajah umat dalam mengabdi pada Allah. Masih adakah orang-orang yang melewatkan malamnya dengan kegiatan sia-sia di jalan raya, warung tenda, atau di tempat lain, di saat orang lain sedang antusias dalam beribadah. Atau bisa juga, bagaimana kualitas tarbiyah umat melalui shalat tarawih ini.

Pada bulan Ramadhan lalu, saya punya program tarling. Meski tidak sempurna, saya sempat mencicipi rasanya shalat di beberapa masjid, sekaligus melihat-lihat. Hal-hal yang saya amati adalah surat yang dibaca, kualitas bacaan imam, banyaknya jama'ah, dan desain interior masjid.

Di masjid-masjid besar (dan yang lumayan besar), para imam sudah membaca surat-surat selain juz 30. Sedangkan di masjid kampung yang kecil, masih ada imam yang membaca surat dari juz 30 yang setiap hari urutannya itu-itu saja. Tajwid-nya pun kurang baik. Malah ada yang membaca Al Fatihah dalam satu tarikan nafas. Rasanya yang seperti ini masih banyak terjadi di kampung-kampung. Kerugian pelaksanaan shalat yang seperti ini apabila terjadi juga di shalat-shalat fardu, menurut Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf Al Hafizh yaitu:

Pertama, umat menjadi tidak terbiasa dengan ayat-ayat Al Quran karena selama bertahun-tahun mereka mendengar ayat atau surat yang sama. Hal itu berdampak pada kesulitan mereka membaca atau menghafal Al Quran karena jarangnya mereka mendengar ayat-aya Allah SWT di sekitar mereka.

Kedua, umat kurang merasakan ruh ayat-ayat Al Quran sehingga kandungannya tidak sampai dengan baik. Kandungan itu berupa ancaman, himbauan, perintah, atau larangan.

Terakhir, peran Alquran sebagai pedoman hidup kurang tersosialisasi secara intensif. Akibatnya, banyak mutiara Alquran (seperti ayat-ayat tentang aturan rumah tangga, ekonomi, dan negara) yang tidak tersampaikan secara rutin.

Sep 26, 2009

Rencana

Lulus kuliah mau ngapain Bung?

A : Ya kerja lah. Kau?

B : Cari beasiswa, kuliah lagi sampai S3.

C : Hmm, saya mau kerja dulu lima tahun di perusahaan asing, mengumpulkan uang, menabung, setelah itu, aktualisasi diri.

D : Politik!

E : Sejak hari pertama masuk kuliah aku ingin jadi businessman.

F : Hmm hmm, ane sih fengennya langsung nikah aja. Udah ada yang nunggu, hehe... Sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu, hehehe...

Masing-masing sudah punya rencana selepas lulus kuliah.

Ngomong-ngomong tentang rencana, selepas lulus dari sekolah ruhiyah bernama Ramadhan, pasti kita sudah punya rencana sebelas bulan ke depan... Supaya Ramadhan kemarin, ada bekasnya.

Redaksi dan Mbahe mengucapkan,
Selamat Idul Fitri 1430 H
Taqabbalallahu minna wa minkum

Sep 8, 2009

Ajarkan Pada Anakmu

Dari ceramahnya Ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf...

Pada zaman salafus saleh, para orang tua dahulu berpesan kepada guru-guru anaknya seperti ini...

Ajarkan dia Al Quran, qabla kulli syai'

Kemudian,
Ajarkan dia bahasa Arab... Padahal mereka sendiri berbahasa Arab.

Kemudian,
Ajarkan dia sirah...

Barulah setelah itu mereka menekuni ilmu-ilmu yang lain secara terfokus... Dari cara yang demikian lahirlah Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan Imam Nawawi.

Sep 3, 2009

Pelajaran

Saat saya sedang berselancar mencari referensi tugas kuliah di dunia maya tiba-tiba...

Grudug... Grudug... Grudug...

Lantai tempat saya berpijak bergetar cukup kuat. "Ada apa... Ada apa..." kata ibu-ibu di ruangan itu, sambil melongok keluar jendela. Dengan perasaan setengah tidak percaya saya membatin, ini gempa! Kekagetan dan kekhawatiran saya semakin menjadi ketika menyadari bahwa ruangan yang saya tempati ada di lantai enam...

Kontan seisi ruangan berhamburan keluar menyelamatkan diri melalui tangga darurat, termasuk saya. Termasuk juga seorang atasan yang sesaat sebelum kejadian, sedang berdebat dengan bawahannya, dengan nada sama sekali yang tidak lembut. Serpihan dinding berhamburan di lantai... Tembok retak-retak... Ya Allah... Apa jadinya kalau gedung ini ambruk, sedangkan saya masih di lantai lima setengah. Ibu-ibu berteriak ketakutan. Semakin tegang saja suasana.

Setibanya saya di lantai dua atau tiga, getaran mulai mereda. Tapi saya baru bisa bernafas lega setelah benar-benar keluar dan menjauh dari gedung. Alhamdulillah... Dampak yang lebih buruk tidak terjadi.

Lebih dari setengah jam saya dan seorang teman masih berdiri di luar, melihat keadaan, menunggu kepastian, khawatir akan terjadinya gempa susulan yang ternyata tidak terjadi.

Alhamdulillah... Segala puji hanyalah milik Allah, yang Maha Kuasa... Maha Besar Allah...

Tampak orang-orang di luar sudah mulai tersenyum lega, mulai bisa bercanda tawa...

Ayo, ambil pelajaran dari semua itu.

Aug 31, 2009

Qiraah

Cara baca Al Quran itu nggak cuma satu. Nggak cuma kayak yang kita kenal sekarang ini. Ada tujuh riwayat, ada tujuh macem. Semua itu legal. Yang beda bukan cuma cara bacanya aja, tulisannya pun bisa beda. So, maknanya pun bisa berbeda. Nah, perbedaan itulah juga menyebabkan bedanya hukum-hukum yang diambil para ulama, para fuqaha. Tapi, karena tujuh qiraah itu legal, maka perbedaan fiqih yang muncul karenanya itu ga perlu dipermasalahkan. Berbesar hati lah...

=======
pesan Mbahe di bulan suci,
Kurangi Tidur, Banyakin Ngaji... Uyee...

le Grand Voyage

Ini adalah judul sebuah film Prancis yang mendapat penghargaan dalam festival film internasional. Film jaman dulu (2004), tapi baru saya tonton dua hari yang lalu. Bagus juga. Film ini bercerita tentang perjalanan seorang laki-laki tua (orang Maroko yang tinggal Prancis) ke Mekah untuk berhaji, ditemani anak laki-lakinya. Lucunya, perjalanan itu ditempuh dengan mobil yang umurnya lumayan tua, melalui Italia, Slovenia, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Turki, Syria, Yordania, sebelum akhirnya tiba di Saudi.

Yang saya suka, dari awal sampai akhir, film ini didominasi oleh adegan percakapan kedua tokoh utama di dalam mobil. Dengan ekspresi sebal, murung, dan datar mereka saling menunjukkan egonya. Kejadian-kejadian penuh hikmah di sepanjang perjalanan menjadi selingan yang menambah makna. Beberapa adegan benar-benar di-shoot di negara aslinya, seperti Prancis, Slovenia, Bulgaria, dan Turki. Bahasa yang digunakan pun kaya: Prancis, Arab, Bulgaria, Italia, dan Inggris.

Meski jauh dari rasa Hollywood, tanpa humor, tanpa efek yang bombastis, yang ini lebih berisi. Like this...