Jul 2, 2009

Gimana Rasanya Kuliah di Jurusan Lain?

Matematika. Matematika Teknik I dan II. Wah, ini kuliah susah sekali. Tapi karena ini termasuk basic-nya elektro, jadi harus dikuasai. Nilai saya B untuk keduanya.

Teknik Industri. Manajemen Industri, ujiannya text book banget. Baca text book dengan teliti dan hafalkan, kalau bisa. Karena soalnya pilihan ganda dan redaksi pertanyannya persis sekali dengan text book. Nilai saya B. Ekonomi Teknik, ujiannya susah sekali. Waktu itu, ujiannya di lab informatika, boleh pakai excel. Tapi susah sekali. Nilai saya C.

Teknik Lingkungan. Metodologi AMDAL, ujiannya catetan banget. Baca baik-baik handout materi dari dosennya, dan hafalkan. Jenis soalnya uraian. Penilaian, mahasiswa yang jawaban benarnya paling banyak berhak dapat nilai 100, walaupun ada soal yang tidak dijawab. Tugasnya, lumayan merepotkan. Tapi karena dikerjakan berkelompok (satu kelompok belasan orang), jadinya ringan. Nilai AB.

Informatika. Rekayasa Perangkat Lunak, benar-benar merepotkan. Dalam satu semester ada dua tugas besar yang dikerjakan berkelompok. Waktu itu, dua kali saya terpaksa begadang sampai ayam berkokok. Ujiannya, ada yang materi oriented ada juga yang analisis. Nilai B, alhamdulillah kirain ga lulus.

Planologi. Perencanaan dan Politik, tidak ada ujian. Adanya dua kali tugas yang nilainya dihitung sebagai nilai ujian. Kuliah ini asyik juga, beda. Peserta kelas hanya belasan. Metode pengajarannya mirip mentoring di Salman, duduk melingkar dan diskusi. Peserta ditugasi menyampaikan materi secara bergantian, yang referensinya sudah ditentukan. Repotnya, hampir semua referensi berbahasa inggris. Padahal, membaca saja aku sulit haha... Tugasnya, membuat literature review dan makalah. Seru juga tugasnya. Kelompok saya harus mensurvei dan mewawancarai caleg, KPUD, dan pemilih. Nilai : A, terima kasih Bu Dosen, ibu baik sekali.

Seni Rupa dan Desain. Kuliah di sini ternyata merepotkan juga. Kalau ada tugas, mau tidak mau setiap peserta harus memikirkan sendiri tugasnya supaya orisinil. Di elektro kan tidak begitu. Mahasiswa masih bisa mengandalkan orang lain, kalau lagi kepepet, hehe... Di SR, sepertinya kerja ala deadliner tidak bisa dipakai, karena proses pencarian idenya butuh waktu. Kalau, di elektro, para deadliner masih bisa hidup tenang, hehe...

Jun 22, 2009

Bukan Hanya Untuk Coba-Coba

Dulu saya ambil kuliah lingkungan (dapet AB). Kemarin, kuliah politik (planologi, dapet A). Sekarang, saya ambil kuliah desain (FSRD, semoga A juga).

Beda. Kesan pertama, rasanya beda... Mulai dari kostum dosen yang penuh warna dan ceria. Ruang kelas yang tidak formal. Santai. Tema kuliah yang manusiawi dan kreatif. Hingga tugas yang memang beda.

Psikologi Desain Interior... Desain ruangan itu mempengaruhi kondisi kejiwaan orang lho. Jadi, mendesain ruangan mesti memperhatikan aspek psikologis manusia. Ada istilah anthropometri, proksimasi, gelembung ruang personal... Keren... Keren...

Eksperimentasi Produk Kreatif... Tugasnya, buatlah desain produk kreatif berbahan corrugated paper, berdimensi 40x40x40 cm, dan berkaitan dengan masalah di bidang studi masing-masing. Cara mendapatkan idenya, pertama, pikirkan dan tuliskan sebanyak mungkin kata kerja selama durasi waktu tertentu, misalnya 15 menit (kalau cuma 40 kata itu ngga kreatif lho). Kedua, pilih salah satu dari kata kerja itu (kalau dipilihkan dosen atau diacak lebih seru). Ketiga, pikirkan dan tuliskan sebanyak mungkin objek yang berkaitan dengan kata kerja tersebut. Semakin kreatif, semakin tidak terduga jawaban yang ditulis. Nah dari situ, barulah muncul beberapa alternatif produk yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Wirausaha Desain... Tugasnya, rencanakan produk yang ingin Anda jual. Perencanaan ini meliputi segmen pembeli, kisaran harga, dan cara menjualnya.

Yah, lumayan lah, biar otak kanan terpakai sekali-sekali. Penyegaran yang baik, setelah capek mempekerjakan otak kiri terus menerus. Maklum anak teknik.

Jun 9, 2009

Afiliasi, Partisipasi, dan Kontribusi

Malam itu, saya kembali bernostalgia dengan pemikiran Anis Matta. Ya, sudah lama saya tidak menyentuh buku-bukunya lantaran pengaruh haditsul ifki. Kali ini, judul terbarunya sedang saya baca. Masih segar. Masih inspiratif. Sama seperti kesan yang saya tangkap dulu, ketika sedang gandrung-gandrungnya menyelami pemikirannya.

Ide-idenya, bagi saya, merupakan salah satu nutrisi pembangun rasa percaya diri. Muatannya yang sangat menghargai keberagaman keunggulan dan keterbatasan manusia, mampu membesarkan hati pembacanya. Rasanya, kemampuan intrapersonalnya sangat baik.

Berikut saya kutipkan sebagian isi dari buku Delapan Mata Air Kecemerlangan, karyanya...

***

Afiliasi, adalah tangga awal di mana seorang bergabung dan memperbaharui kembali komitmennya kepada Islam; menjadikan Islam sebagai basis identitas yang membentuk paradigma, mentalitas, dan karakternya. Dalam proses afiliasi ulang itu, kita memperbaharui komitmen kita dalam tiga hal. Pertama, komitmen aqidah yang menetapkan tujuan dan orientasi, atau visi dan misi kehidupan kita. Kedua, komitmen ibadah yang menentukan pola dan jalan kehidupan. Ketiga, komitmen akhlak yang menentukan pola sikap dan perilaku dalam seluruh aspek kehidupan.

Partisipasi, adalah tangga kedua di mana seorang Muslim telah mencapai kesempurnaan pribadinya, dari mana kemudian ia melebur ke masyarakat, menyatu, dan bersinergi dengan mereka, guna mendistribusikan keshalihannya. Dalam proses partisipasi itu, kita melakukan tiga hal. Pertama, komitmen untuk mendukung semua proyek kebajikan dan melawan semua proyek kerusakan di tengah masyarakat. Kedua, komitmen untuk selalu menjadi faktor pemberi atau pembawa manfaat dalam masyarakat. Ketiga, komitmen untuk selalu menjadi faktor perekat masyarakat dan pencegah disintegrasi sosial.

Kontribusi, adalah tangga ketiga di mana seorang Muslim yang telah terintegrasi dengan komunitas dan lingkungannya (keluarga, perusahaan, dan masyarakat) berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas hidupnya. Hal ini dilakukan dengan cara menajamkan posisi dan perannya, sesuatu yang kemudian menjadi bidang spesialisasinya, agar ia lebih tepat dan sesuai dengan kompetensi intinya. Dengan cara itu, ia dapat memberikan kontribusi sebesar-besarnya, dan menyiapkan sebuah "amal unggulan" atau karya terbesar dalam hidupnya. Amal yang ia persembahkan bagi Allah, umat, dan kemanusiaan secara umumnya, dan bagi komunitas sosial dan bisnisnya secara khususnya. Kontribusi itu dapat ia berikan dalam berbagai bidang; pemikiran, kepemimpinan, profesionalisme, finansial, dan yang lainnya.

Dengan melewati ketiga tangga tersebut, seorang Muslim menggabungkan tiga kekuatan sekaligus; kekuatan pribadi, kekuatan sosial, dan kekuatan profesionalisme.

Jun 5, 2009

Nggolek Duit Iku Kudu Tenanan

Kamu mau dikasih tiket seminar gratis? Mau lah... Di Sabuga lho... Waw, itu gedung favorit gue... Secara gue dari dulu ngarepin banget bisa pake kostum khas warna biru di dalam gedung itu...

Singkat cerita, datanglah saya di acara itu, yang temanya adalah bagaimana menciptakan kemerdekaan finansial. Tapi, karena hari itu saya punya tiga agenda rutin yang muncul belakangan, jadilah hanya tiga jam waktu yang saya punyai untuk bisa menikmati acara yang aslinya berdurasi sembilan jam itu. 

Menjelang masuk gedung, saya lihat tempat parkir motor penuh. Orang-orang sedang duduk dibuk (bahasa jawa, tembok pendek bisa diduduki), di luar gedung, sambil memegang boks nasistyrofoamWah, dapat makan pula asik2...

Mbak mau daftar ulang. 

Oh baru datang ya. Silakan isi dulu daftar hadirnya. (saya datang ba’da zuhur)

Sudah? Oke duduknya paling atas ya(Paling atas itu paling belakang)

Lho makanannya? Kok aku ndak dikasih... Yah...

Singkat cerita lagi...

Ini dia intinya...

Real Estate itu ada lima kategori: residential buildingcommercial buildingindustrial buildingrecreational building, dan public facility. Oh, jadi bukan cuma rumah dan ruko saja ya. Ternyata lagi, masing-masing kategori masih punya turunan lagi. Misalnya nih, yang termasuk commercial building itu ada perkantoran, pertokoan, perhotelan. Nah, perhotelan pun banyak jenisnya. Contoh, ada yang namanya bed and breakfast. Jenis penginapan berupa rumah biasa yang sebetulnya ditinggali oleh pemilik rumah, tapi tuan rumah ini menyewakan satu dua kamarnya untuk semalam atau beberapa malam. Pagi harinya, tuan rumah menyediakan sarapan. Konon kalau di Amrik, ini biasa ditemui di daerah wisata seperti pegunungan.

Ada juga capsule hotel, di Jepang. Tempat tidurnya berbentuk kapsul. Hanya cukup untuk seorang. Di dalamnya ada peralatan elektronik seperti TV atau music player. Nah, kapsul-kapsul itu terletak di dalam kamar. Jumlahnya banyak dalam satu kamar, dan disusun bertingkat-tingkat. Biayanya murah. Biasanya dipakai oleh para backpacker atau pekerja yang pulang kemalaman. Unik ya... Dan masih banyak lagi.


Ini kapsul tempat tidurnya...

Terakhir, salah seorang trainer yang juga pelaku bisnis properti menceritakan pengalamannya membeli ruko seharga 900 juta, tanpa modal (tanpa uang kantong sendiri maksudnya), tapi malah dapat uang tiga ratus juta, plus penghasilan per bulan 55 juta. Kok bisa...

Awalnya, Pak Park Ji Sung ini (lupa namanya, tapi ada seorang peserta memanggil dia Park Ji Sung, hehe) sudah punya ilmu tentang properti. Kemudian, mulailah ia mencari jenis properti yang diinginkan. Dia, bersama istri, meneliti iklan-iklan di koran, mengguntingnya, dan mengumpulkannya. Mereka menelepon pemasang iklan satu per satu. Setelah dapat yang sesuai kriteria, mereka mensurvei lokasinya. Pernah waktu survei, mereka mendapatkan rumah yang bagus. Tapi pemilik rumah minta uang kontan, sedangkan mereka tidak punya. Ada lagi rumah lain yang juga sesuai kriteria. Tapi kata istrinya, “Pak barusan lihat orang perempuan turun dari tangga itu nggak?” Padahal rumah itu kosong.

Singkat cerita, mereka mendapatkan ruko dengan harga 900 juta, dari orang yang sedang butuh uang cash cepat. Untuk bisa membelinya, mereka mengajukan permohonan ke bank (istilahnya apa ya, KPR gitu?). Dari enam bank yang dijajakinya, tak satupun mau memberi. Setelah mencoba lagi ke beberapa bank lagi, akhirnya ada juga yang mau memberi pinjaman sebesar 1,5 M.

Akhirnya dibelilah ruko itu. Sisa uang digunakan untuk merenovasi. Kemudian, ia membisniskan ruko itu. Dari bisnisnya, ia mendapatkan penghasilan 55 juta per bulan, lebih besar dari kredit yang harus disetorkan ke bank sebesar 35 juta.

Tapi sayang sekali, Pak Park Ji Sung tidak membagi ilmu bisnis propertinya. Ia juga tidak menceritakan kriteria rumah yang dia incar. Jadi, kita tidak tahu rumus-rumus apa yang harus dikuasai agar tidak salah membeli properti.

Sekian...

Matur nuwun buat akang dan teteh yang sudah ngasih tiket gratis. Tau aja kesukaan mahasiswa, hehe...

May 29, 2009

Pipres? Aku Sih Maunya...

Memutuskan untuk memilih capres tertentu, bagi saya, bukan berarti saya memasrahkan segala urusan kepadanya setelah ia terpilih nanti. Memilih capres artinya saya memilih saluran yang memungkinkan adanya diskusi yang setara nanti. Sehingga ide-ide saya bisa mempengaruhinya.

Pilih presiden, setelah jagoan saya menang, saya hanya menonton dan berharap semoga jagoan saya tidak menyeleweng? Hmmm... Saya inginnya ikut nimbrung dalam pengambilan keputusan.

Hey Bung! Emang siapa sih kamu kok minta diajak diskusi segala? Emang bisa?

Pasti bisa! Kalau kamu berpikir bisa, kamu pasti bisa! (halah doktrin trainer motivasi banget tuh, haha...)

Insya Allah...

May 26, 2009

Masih Kuliah...

Masih ingat gambar ini?

Betul. Inilah mata kuliah yang paling asyik untuk dijadikan bahan bercanda oleh anak telkom. Karena inilah yang dikenal sering memakan banyak korban. Ambil dua kali itu biasa. Yang ambil tiga kali pun ada. Malah ada yang bilang, pertama kalinya mengambil mata kuliah ini adalah masa orientasi, masa pengenalan. Jadi kalo ngulang ya kagak malu-maluin lah.

Alhamdulillah, pada kesempatan yang kedua ini saya berhasil lulus dengan predikat 'alhamdulillah' (bukan A lho) tanpa harus ikut UAS. Walaupun sukses ini berbau hoki, tapi sangat patut disyukuri.

Hoki? Sebab, terlalu sering soal kuis (delapan kali kuis, diambil lima nilai terbaik, dikalkulasi dengan nilai UTS dengan rasio 60 : 40 atau sebaliknya) yang keluar mirip dengan yang sudah saya pelajari. Contohnya nih, pada hari H kuis (mendadak tapi polanya bisa ditebak), lima belas menit sebelum mulai, saya dan teman-teman melakukan pemantapan materi. Di situ, teman saya mengajarkan contoh soal baru, yang belum saya pelajari sebelumnya, hingga saya paham dan hafal. Begitu kuis dimulai, eh soal-soal yang sangat mirip dengan itu tadi ternyata keluar. Alhamdulillah.

Ada lagi, waktu kuis terakhir, kuis lisan. Lebih dari lima puluh persen pertanyaan yang diajukan kepada saya bisa saya jawab karena memang kebetulan mudah. Padahal, kalau saya ditanyai masalah-masalah yang ditanyakan kepada yang lain, saya tidak bisa menjawab. Alhamdulillah, ga dapet pertanyaan itu.

Buat para pejuang antena yang lain,

Selamat berjuang!
Lanjutkan perjuangan!
Lebih cepat lebih baik!
:D

May 13, 2009

Kok Gitu Sih...

Bah, kok malah ngetem?

Bang ayo jalan! Buru-buru nih. Bisa ketinggalan kereta awak.

Aduh, Bang ayolah! Jangan pikirin kejar setoran aja! Kasian lah para penumpang ini! Yang ketinggalan kereta, yang telat kuliahnya, yang lagi ditunggu calon mertua!

Aduuuuuhh... Huh... Huh... Huh...

Konon katanya di luar negeri sana, entah negara mana, pengemudi kendaraan umum mendapatkan gaji bulanan sebagai penghasilan tetap dari pemerintah. Jadi, mau berapa pun penumpangnya, kendaraan tetap jalan sesuai jadwal. Karena pengemudinya tidak khawatir atas pendapatannya. Beda ya dengan negeri kita tercinta ini.

Apr 29, 2009

An Nahl : 98

"Fa idza qara'tal qur'ana fasta'idzbillahi minasy syathonir rojim"

"Apabila kamu membaca Al Qur'an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk"

Perhatikan. Kata qara'ta berbentuk fi'il madhi (past tense), yang maknanya telah membaca. Bukankah ta'awudz itu diucapkan sebelum membaca Al Qur'an? Mengapa redaksinya bukan 'apabila kamu akan membaca'? Apa hikmahnya?

Begini. Seringkali muncul godaan di sela-sela kita mengaji (membaca Al Qur'an-red). Baru selembar, ingat cucian. Baru dua lembar, ada SMS masuk. Baru tiga lembar sudah kelelahan. Masuk lembar kelima, priiiit... Pertandingan babak kedua Persib vs PSIS dimulai.

Lewat cara itulah setan mengganggu supaya kita berhenti mengaji. Makanya, kita tetap harus meminta perlindungan kepada Allah meski telah membaca satu dua tiga lembar agar terus dikuatkan. Di samping itu, tentu kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh meneruskan bacaan serta mengabaikan bisikan-bisikan tadi.

Wallahu a'lam bis shawab